Yesus Mati Disalib ???

Ayat ayat di kitab Injil ini menyatakan bahwa secara medis , Yesus tidak mati disalib ……

Yoh 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Seorang yang telah mati, tidak mungkin mengeluarkan darah apabila ditusuk tubuhnya ataupun disembelih di lehernya, sebab darahnya tidak akan mungkin bisa mengalir karena tidak ada aktifitas denyut jantung untuk memompa sirkulasi darah …… darah akan membeku ketika tidak ada aktifitas jantung dalam hitungan menit .

Dari tinjauan sisi medis …. Yoh 19.34 mengindikasikan bahwa Yesus masih hidup pada waktu itu…..

Yesus hanya berada di tiang salib kurang lebih selama 3 jam ….. dan waktu penyaliban sesingkat itu tidak akan mampu membuat mati siapapun juga ….

Hukuman penyaliban Romawi didesain tidak untuk membunuh secara cepat, tetapi sebaliknya didesain untuk membunuh secara perlahan lahan dan setiap orang yang melihatnya dapat mencaci maki si terhukum sebelum kematian menjemputnya dalam hitungan hari …. bukannya hitungan jam

itulah sebabnya maka Pilatus keheranan dan ragu ragu ketika mendengar laporan bahwa Yesus telah mati di tiang salib

Mrk 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

Indikasi masih hidupnya Yesus ditunjukkan dengan dikisahkannya 3 orang perempuan yang mempersiapkan rempah rempah sejak sebelum sabat dan membawanya ke kuburan Yesus pada pagi pagi sekali pada hari pertama sesudah Sabat …..

Luk 23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Luk 24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

Mrk 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Tidak ada kebiasaan Yahudi meminyaki mayat , so ketiga perempuan tersebut pasti melihat bahwa Yesus masih hidup ketika diturunkan dari tiang salib dan mereka bermaksud mengobati luka lukanya ketika Yesus berada dalam kubur ….

dari semua uraian di atas … hanya satu konklusi yang ada…. YESUS TIDAK MATI DISALIB

Tag:

656 Tanggapan to “Yesus Mati Disalib ???”

  1. yuda Says:

    ZAKHARIA 14:9===> YAHWEH yang menjad Raja di Yerusalem…>>

    DALAM WUJUD MANUSIA,,,,,NAMANYA YAHWEHSHUA /YAHSHUA

    =======>> BINGUNG ???? DIA DIA JUGA.

  2. yuda Says:

    Stain Remover Says:
    25 Oktober 2015 pukul 00:26 | Balas
    @yuda

    si Yesus bakal jadi apaan ?… orang terkutuk yang disiksa yahweh dalam neraka ???===========>

    Stain,,,,,,,

    Aku bantu kamu dengan ini :

    KISAH PARA RASUL 7:55
    =====================
    Tetapi Stevanus yang penuh degan ROH KUDUS , menatap kelangit, lalu melihat kemuliaan ELOHIM dan YAHWEHSHUA berdiri disebelah kanan ELOHIM :

    == ELOHIM ,,adalah YAHWEH

    == YAHWEHSHUA/ YAHSHUA,, adalah yahweh yg menjadi manusia.

    ==ROH KUDUS ,,adalah ROH YAHWEH juga ROH YAHSHUA.

    • Stain Remover Says:

      @yuda

      katanya duduk…hehehe….buku amburadul nggak usah dipamerin deh ya bikin malu saja…hehehe

      Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu DUDUK di sebelah kanan Allah. (Markus 16:19)

      Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia DUDUK untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,( Ibrani 10:12)

  3. sanggam tampubolon Says:

    emang betul Yesus cuma disalib cuma 3 jam…., tapi sebelum disalib apa anda nggak tahu dia udah disiksa sehari semalam,badan dipukuli, ditendang,dicambuk, kepala diikat kawat duri disuru lagi mikul kayu balok,darahnya udah pada ngucur duluan udah mau abis ,yang di kayu salib cuma tinggal dikit ,nggak dikasi makan nggak dikasi minum, kaki tangan dipaku 5″, apa kalo lu digituin masih tahan disalib 3 jam ? yang bener, aja !

  4. murtadin kafirun Says:

    Yesus mati menurut ke 4 injil

    Ke 4 Injil menyatakan jelas bahwa Yesus disalibkan dan mati dikayu salib :

    Matius 27:50
    Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

    Markus 15:37
    Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Lukas 23:46
    Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

    Yohanes 19:30
    Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Kalo bukan Yesus yang disalib, habis siapa dunk??

    Betul sekali, tumben pinter!!!

    Daniel 12:2 (TB)
    Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

    Yohanes 5:29 (TB)
    dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

    Siapa yang memperoleh hidup kekal??

    Yohanes 3:15 (TB)
    supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

    Siapa yang dihukum??

    Yohanes 3:18 (TB)
    ……; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

    Bukti Yesus disalib dalam sejarah

    Sumber-sumber sejarah tertulis yang berasal dari “pihak ketiga” yang netral, bukan dari Kristen ataupun muslim, melainkan dari dunia sekuler dan tulisan orang Yahudi yang bukan pemeluk agama Kristen.

    Pendapat pihak ketiga demikian niscaya akan memberikan pencerahan bagi kita untuk melihat fakta manakah yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa penyaliban Yesus yang menimpulkan kontroversi ini.

    A. FLAVIUS JOSEPHUS

    Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang dari sejarawan Yahudi yang berasal dari keluarga imam, lahir pada tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Di tahun 93 M ia menulis buku Antiquitates Judaicae atau Jewish Antiquities yang terdiri dari 20 buku yang melukiskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M dan kehancuran kota Yerusalem. Dalam buku ke-18 dari Antt. (18,55-89) dia melukiskan situasi Palestina ketika Pilatus menjadi prefect Romawi di sana. Dalam bagian ini ada yang disebut dengan Testimonium Flavianumyakni kesaksian Flavius Josephus tentang Yesus, yakni pada Antt. 18,63-64. Teks selengkapnya sebagai berikut4:

    Pada masa inilah muncul Yesus, seorang yang bijaksana, kalau boleh dia disebut manusia. Karena dia adalah seorang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan dan seorang guru bagi mereka yang menerima kebenaran yang menyenangkan, dan dia telah memikat banyak orang Yahudi dan orang Yunani. Dia ini adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukumnya di kayu salib, mereka yang sejak semula mengasihinya tidak berhenti [mengasihinya] karena pada hari ketiga dia telah menampakkan diri kepada mereka dalam keadaan hidup kembali. Para nabi Allah telah menubuatkan hal ini dan berbicara tentang aneka hal ajaib tentang dia. Dan klan Kristen, demikian disebut menurut [nama]nya, masih bertahan sampai hari ini
    .

    Sebagian para ahli meragukan apakah tiga kalimat yang tercetak tegak-tebal itu benar-benar dari Josephus sendiri ataukah hasil interpolasi penyalin Kristen. Namun, tidak diragukan bahwa Josephus menyebutkan fakta bahwa Pilatus telah menghukum Yesus di kayu salib (bercetak tebal-miring-merah).

    B. CORNELIUS TACITUS

    Tacitus adalah seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 M dan meninggal sekitar 120 M. Pada tahun 112 / 113 M dia menjadi proconsul / gubernur di Asia. Dia menulis buku Annalsyang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam bukunya Annals volume XV, tentang Kaisar Nero yang telah mengkambinghitamkan orang Kristen sebagai penyebab terbakarnya kota Roma, ia menulis dalam Annals15.44.2-3 sebagai berikut5:

    … Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas-desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya, Kristus, dari mana nama ini berasal,yang menderita hukuman yang ekstrem (Dieksekusi) dalam pemerintahan Tiberius, di tangan prokurator kita, Pontius Pilatus, dan sebuah ketidakmasukakalan yang banyak mencelakakan, karena ketika dicek pada waktu itu, meletus lagi tidak hanya di Yudea, sumber pertama kejahatan ini, tetapi bahkan di Roma, dimana segala kengerian dan kebencian dari setiap bagian dunia mendapatkan pusatnya dan menjadi popular.

    Demikian laporan Tacitus, sejarawan Romawi, yang menuturkan situasi pengikut Kristus di kota Roma. Tentang Kristus, Tacitus menyebutkan bahwa dia telah menderita hukuman yang ekstrem pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Tidak disebutkan secara eksplisit cara eksekusinya, namun hukuman salib merupakan cara eksekusi yang lazim pada masa itu bagi pelaku tindakan kriminal dan pemberontakan. Bdk. dengan Paulus yang dipenggal kepalanya di Roma karena dia mempunyai kewarganegaraan Romawi juga.

    C. LUCIANUS dari SAMOSATA

    Lucianus adalah seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata pada tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena. Dalam salah satu bukunya (De Morte Peregrini- Kematian Peregrinus 11) dia menulis tentang Peregrinus yang telah menjadi Kristen dan yang memiliki pemeluk di Palestina “yang masih menyembah orang yang telah disalibkan di Palestina.”6

    D. MARA BAR SARAPION

    Dia adalah seorang filsuf Stoa dari Syria yang menulis surat untuk anaknya Sarapion yang tengah berada dalam penjara Romawi. Dia menasihati anaknya bahwa kebijaksanaan mungkin akan dimusuhi oleh dunia yang penuh dengan kekerasan, namun kebijaksanan itu sendiri abadi. Dia mengilustrasikannya dengan menggambarkan kehidupan Socarates, Phytagoras, dan Yesus – kendati dia tidak menyebut nama-Nya secara eksplisit. Demikian teks selengkapnya7:

    Apakah baiknya orang-orang Athena membunuh Socrates, karena perbuatan mereka dibalas dengan kelaparan dan wabah? Apakah faedahnya orang-orang Samian membakar Phytagoras, karena akhirnya negeri mereka seluruhnya terkubur di bawah pasir pada saat itu? Dan apakah manfaatnya orang-orang Yahudi membunuh raja mereka yang bijaksana, karena kerajaan mereka akhirnya direbut dari mereka dari saat itu?

    Tuhan dengan adil telah membalaskan ketiga orang bijaksana ini. Orang-orang Athena mati oleh kelaparan, orang-orang Samian ditenggelamkan ke laut, dan orang-orang Yahudi disembelih dan dihalau dari kerajaannya, sehingga mereka hidup terpencar dimana-mana.

    Socrates tidak mati, berterimakasihlah pada Plato; demikian pula Phytagoras, karena patung Hera. Demikian juga sang raja bijasana tidak [mati], karena hukum baru yang ia berikan.

    Mara Bar Serapion yang menulis surat paling awal setelah kehancuran Yerusalem dan kemudian orang-orang Yahudi terpencar (terdiaspora) ke pelbagai tempat, melihat Yesus sebagai seorang raja yang bijaksana. Kemungkinan besar dia mengetahui bahwa saat Yesus disalibkan Pilatus menuliskan keterangan di salib-Nya “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi” (INRI), yang tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani (Yoh 19:19-20). Demikian pula dia mengenal hukum baru yang dibawa Yesus, bukanlah hukum Taurat, melainkan hukum kasih yang mungkin diketahuinya dari para pengikut Kristus. Tetapi Mara sendiri adalah seorang filsuf kafir.

    Demikianlah data-data sejarah dari “pihak ketiga”, baik Yahudi maupun terlebih penulis sekuler mengakui fakta bahwa yang disalibkan itu adalah Yesus yang kemudian lebih dikenal sebagai Kristus. Kesaksian mereka ini meneguhkan kesaksian Injil kanonik bahwa Yesus dari Nazaret benar-benar telah disalibkan pada zaman Pontius Pilatus.

  5. murtadin kafirun Says:

    Gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati muncul pada tulisan di abad ketujuh. Di situ dikatakan bahwa Yesus melarikan diri ke India. Bahkan sampai saat ini terdapat sebuah makam keramat yang dianggap makam Yesus di Srinagar, Kashmir.

    Pada permulaan abad ke-19, Karl Bahrdt, Karl Venturini, dan yang lain-lainnya mencoba menjelaskan Kebangkitan dengan mengemukakan gagasan bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi obat yang membuatnya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab.

    Mereka menjelaskan bahwa Yesus telah diberi suatu cairan di suatu bunga karang ketika tergantung di atas salib (Markus 15:36) dan bahwa Pilatus kelihatan terkejut akan betapa cepatnya Yesus mati (Markus 15:44).

    Konsekuensinya, kata mereka, pemunculan Yesus kembali bukanlah suatu kebangkitan mukjizat, tetapi sekedar suatu kesadaran kembali yang kebetulan, dan kubur-Nya kosong karena Ia masih terus hidup.

    Apa yang sebenarnya terjadi saat Penyaliban? Apa penyebab kematian Yesus? Adakah cara yang mungkin bagi-Nya untuk bertahan hidup dari siksaan ini?

    Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat dibantu diselesaikan dengan bukti medis.

    Wawancara dengan Alexander Metherell, M.D., PH.D.Metherell adalah seseorang dengan gelar medis dari University of Miami di Florida dan gelar doktor dalam bidang teknik dari University of Bristol di Inggris. Ia memperoleh sertifikat dalam diagnosis dari The American Board of Radiology dan menjadi konsultan bagi The National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health of Bethesda, Maryland.

    Metherell adalah mantan ilmuwan riset yang mengajar di The University of California, dan editor lima buku ilmiah dan telah membuat tulisan-tulisan yang diterbitkan mulai dari Aerospace Medicine sampai Scientific American. Analisis cerdasnya atas konstraksi muskular telah diterbitkan dalam The Physiologist dan Biophysics Journal. Ia berpenampilan sesuai dengan perannya sebagai seorang otoritas medis terkemuka.

    PENYIKSAAN SEBELUM PENYALIBAN

    Dapatkah Anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus?

    Itu dimulai setelah Perjamuan Terakhir. Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke Taman Getsemani. Di sana Ia berdoa semalam-malaman. Nah, selama proses itu Ia mengantisipasi datangnya peristiwa-peristiwa pada hari berikutnya. Karena Ia mengetahui beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, sungguh wajar jika Ia mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.

    Dalam Lukas 22:44 menceritakan bahwa Ia mulai meneteskan keringat darah pada keadaan ini. Bukankah ini hanyalah imajinasi yang terlalu fiktif? Tidak sama sekali. Ini adalah suatu kondisi medis yang dikenal dengan hematidrosis. Ini terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang hebat menyebabkan terlepasnya zat-zat kimia yang memecahkan kapiler-kapiler dalam kelenjar-kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar-kelenjar ini, dan keringat yang keluar disertai dengan darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi amat sangat rapuh ketika Yesus dicambuk oleh serdadu Roma keesokan harinya, kulit-Nya menjadi amat sangat sensitif.

    Pencambukan Roma dikenal sangat brutal, biasanya terdiri dari 39 cambukan, tetapi seringkali lebih banyak daripada itu, tergantung pada suasana hati Si Serdadu yang melaksanakan pukulan. Si Serdadu akan menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola-bola logam yang dijalin ke dalamnya. Ketika cemeti itu menghantam daging, bola-bola ini akan menyebabkan memar atau lebam yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan cemeti itu juga memiliki potongan-potongan duri tajam, yang akan mengiris daging dengan hebat.

    Punggung yang dipukul itu akan menjadi tercabik-cabik, sehingga sebagian dari tulang belakang kadangkala terlihat akibat irisan yang dalam, sangat dalam. Pencemetian itu akan ditimpakan ke segala arah: dari bahu turun ke punggung, pantat, dan bagian belakang kaki. Itu akan sangat mengerikan.

    Selagi pencambukan berlanjut, luka koyakan akan tercabik sampai ke otot-otot kerangka di bawahnya dan menghasilkan goresan-goresan daging berdarah yang gemetar.

    Seorang sejarawan abad ketiga bernama Eusebius menggambarkan pencambukan dengan mengatakan, “Pembuluh-pembuluh si penderita terbuka telanjang, dan otot-otot, urat-urat, dan isi perut si korban terlihat”.

    Banyak orang akan mati dari pemukulan semacam ini, bahkan sebelum mereka disalibkan. Setidaknya, Si Korban akan mengalami kesakitan hebat dan keguncangan karena efek-efek kehilangan sejumlah besar darah (hipovolemik).

    Ini mengakibatkan 4 hal:

    1. Jantung berdetak cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak ada di sana.

    2. Tekanan darah turun, menyebabkan pingsan.

    3. Ginjal berhenti menghasilkan urin untuk mempertahankan volume darah yang masih tinggal.

    4. Orang itu menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.

    Apakah Anda melihat bukti ini dari catatan-catatan Injil?
    Ya, sangat pasti. Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia berjalan terhuyung-huyung ke lokasi hukuman mati di Kalvari, memikul batang kayu salib yang horizontal. Akhirnya Yesus tak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib-Nya. Selanjutnya kita membaca bahwa Yesus berkata, ‘Aku haus’, pada saat ketika sedikit cuka diberikan kepada-Nya.Karena efek-efek mengerikan dari pemukulan ini, sudah pasti Yesus berada dalam kondisi kritis, bahkan sebelum paku-paku ditancapkan menembus kedua tangan dan kaki-Nya.

    PENDERITAAN SALIB

    Apa yang terjadi ketika Ia tiba di lokasi Penyaliban?

    Ia akan dibaringkan, kedua tangan-Nya akan dipakukan dalam posisi terentang ke batang kayu horizontal. Orang-orang Roma biasanya menggunakan paku besar yang panjangnya 5 sampai 7 inci dan meruncing ke suatu ujung yang tajam. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan. Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci posisi tangan.

    Dan penting untuk dipahami bahwa paku itu akan menembus ke tempat di mana urat syaraf tengah berada. Ini adalah urat syaraf terbesar yang menuju ke tangan, dan itu akan diremukkan oleh paku yang diketokkan ke dalamnya.Kesakitan apa yang akan ditimbulkannya?

    Apakah Anda pernah merasakan rasa sakit ketika Anda membenturkan siku Anda dan memukul tulang ujung siku Anda? Itu sebenarnya urat syaraf lain, disebut urat syaraf ulna. Akan sangat menyakitkan bila tanpa sengaja Anda memukulnya. Yah, bayangkan mengambil sebuah tang dan memeras dan meremukkan urat syaraf itu. Efek itu akan mirip dengan apa yang Yesus alami. Kesakitannya sama sekali tak tertahankan, secara harafiah itu di luar kata-kata untuk menjelaskannya.

    Pada keadaan seperti ini Yesus dinaikkan, selagi balok salib dipasangkan ke tiang vertikal, dan kemudian paku-paku ditancapkan menembus kedua kaki Yesus. Sekali lagi, urat syaraf di kedua kaki-Nya akan remuk, dan di sana akan terasa jenis kesakitan yang sama.

    PENYEBAB KEMATIAN

    Penyaliban pada intinya adalah kematian perlahan yang diakibatkan oleh asfiksiasi (sesak nafas karena kekurangan oksigen dalam darah). Alasannya adalah bahwa tekanan-tekanan pada otot-otot dan diafragma membuat dada berada pada posisi menarik nafas, agar dapat menghembuskan nafas, orang itu harus mendorong kedua kakinya agar tekanan pada otot-otot dapat dihilangkan untuk sesaat. Ketika melakukan itu, paku akan merobek kaki, lalu akhirnya mengunci posisi terhadap tulang-tulang tumit kaki.

    Setelah dapat menarik nafas, orang itu kemudian akan dapat relaks dan menarik nafas lagi dan sekali lagi ia harus mendorong tubuhnya naik untuk menghembuskan nafas, menggesekkan punggungnya yang berdarah ke kayu salib yang kasar. Ini akan berlangsung terus dan terus sampai kepayahan, dan orang itu tidak akan mampu mengangkat diri dan bernafas lagi.

    Ketika nafas orang itu semakin perlahan, ia mengalami apa yang disebut asidosis pernafasan, karbondioksida dalam darah larut sebagai asam karbonik, menyebabkan keasaman darah meningkat. Ini akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur. Dengan jantung-Nya yang berdetak tak menentu, Yesus berada dalam saat-saat kematian-Nya, yakni ketika Ia berkata, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. Kemudian Ia mati akibat berhentinya detak jantung.

    Bahkan sebelum Ia mati, keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah akan menyebabkan jantung berdebar kencang terus-menerus, yang akan menyebabkan: kegagalan jantung serta terkumpulnya cairan dalam membran-membran di sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru.

    Mengapa hai ini penting?

    Karena ketika serdadu Roma datang, dan hampir yakin bahwa Yesus telah mati, mereka menegaskannya dengan menusukkan sebuah tombak ke pinggang kanan-Nya. Tombak itu menembus paru-paru kanan dan ke jantung, jadi ketika tombak itu ditarik keluar, sejumlah cairan dalam membran-membran sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru keluar. Ini akan terlihat sebagai cairan jernih, seperti air, diikuti dengan banyak darah, seperti yang dijelaskan saksi mata Yohanes dalam Injilnya (Yohanes 19:34).

    Tulang-tulang-Nya Tidak Dipatahkan

    Injil-injil berkata bahwa para serdadu mematahkan kaki kedua penjahat yang disalibkan Yesus. Mengapa mereka melakukan itu?Mereka ingin mempercepat kematian, dan dengan datangnya hari Sabat dan Paskah, para pemimpin Yahudi tentunya ingin segera mengakhiri ini sebelum matahari tenggelam. Serdadu-serdadu Roma akan menggunakan gagang baja dari tombak Roma untuk menghancurkan tulang-tulang kaki bagian bawah Si Korban. Ini akan mencegahnya dari mengangkat diri dengan kakinya, sehingga dapat bernafas, dan kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen dalam darah akan terjadi dalam beberapa menit.

    Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa kaki-kaki Yesus tidak dipatahkah karena para serdadu telah menyatakan bahwa Ia telah mati, dan mereka hanya menggunakan tombak untuk memastikannya. Ini menggenapi Perjanjian Lama tentang Mesias, yaitu bahwa tulang-tulang-Nya tidak akan dipatahkan (Mazmur 34:21).

    Para serdadu Roma adalah orang yang tidak ahli dalam hal pengobatan/medis, apakah pernyataan mereka tentang kematian Yesus dapat dipercaya?

    Para serdadu Roma memang tidak pergi ke sekolah medis/pengobatan. Tetapi ingat, mereka adalah ahli dalam membunuh orang karena itu adalah tugas mereka, dan mereka melakukannya dengan baik. Mereka tahu tanpa keraguan sedikitpun kapan seseorang mati, dan itu tidak sulit untuk mengetahuinya.

    Disamping itu, jika seorang tahanan berhasil melarikan diri, serdadu-serdadu yang bertanggung jawab itu sendiri akan dibunuh, jadi mereka memiliki dorongan besar untuk memastikan bahwa setiap korban telah mati ketika ia diturunkan dari salib.

    Argumen Terakhir

    Adakah cara apapun yang memungkinkan Yesus bisa bertahan hidup dari penderitaan salib ini?Sama sekali tidak ada. Ingatlah bahwa Ia sudah berada dalam keguncangan akibat kehilangan banyak darah, bahkan sebelum penyaliban dimulai. Ia tidak mungkin mempura-purakan kematian-Nya, karena Anda tidak mungkin mempura-purakan ketidakmampuan bernafas untuk waktu yang lama. Disamping itu, tombak yang dihunjamkan ke jantungnya akan menetapkan kematian-Nya. Dan serdadu-serdadu Roma tidak akan mengambil resiko kematian sendiri dengan membiarkan-Nya pergi dalam keadaan hidup.

    Jadi bila seseorang mengajukan gagasan kepada Anda bahwa Yesus sekedar pingsan di atas kayu salib, akan saya beritahu bahwa itu tidak mungkin. Itu adalah khayalan tanpa dasar.

    Pertanyaan Bagi Hati

    Yesus dengan sengaja melangkah ke dalam tangan-tangan lawan-Nya. Ia tidak menolak penangkapan. Ia tidak mempertahankan diri-Nya saat persidangan. Jelas bahwa Ia bersedia mengajukan diri-Nya untuk mengalami penyaliban, suatu bentuk penyiksaaan yang memalukan dan memilukan. Apa yang mungkin memotivasi seseorang untuk bersedia menanggung penghukuman semacam ini?

    Yesus tahu apa yang akan terjadi, dan Ia bersedia melewati semuanya itu, karena itu merupakan satu-satunya cara Ia dapat menebus kita, dengan menjadi pengganti kita dan menanggung hukuman maut yang layak kita terima karena pemberontakan kita terhadap Tuhan. Itu merupakan misi-Nya yang sepenuhnya ketika Ia datang ke bumi.

    Jadi bila Anda bertanya apa yang memotivasi Dia, jawabannya dapat diringkas dalam satu kata, yaitu KASIH.

    Kesimpulan

    Yesus tidak mungkin bertahan hidup dari siksaan salib, suatu bentuk kekejian yang begitu keji, sehingga orang-orang Roma membebaskan warga negara mereka sendiri dari itu, kecuali untuk kasus-kasus pengkhianatan besar.

    Kesimpulan-kesimpulan

    Metherell konsisten dengan penemuan dokter-dokter lain yang dengan teliti mempelajari hal ini. Di antara mereka adalah Dr. William D. Edwards, yang artikelnya pada tahun 1986, dalam The Journal of the America Medical Association menyimpulkan, “Jelas, bobot bukti historis dan medis menunjukkan Yesus telah mati sebelum pinggangnya dilukai…. Sesuai dengan itu, penafsiran-penafsiran yang didasarkan pada asumsi bahwa Yesus tidak mati di atas salib bertentangan dengan pengetahuan medis modern”.

    Untuk direnungkan

    Di hadapan Allah, Saudara adalah orang yang berdosa yang harus menghadap pengadilan Allah dan harus menerima hukuman kekal karena dosa-dosa yang Saudara lakukan. Saudara tidak bisa menyelamatkan diri Saudara sendiri.Yesus telah menanggung hukuman dosa yang seharusnya Saudara terima. Ia telah menerima hukuman yang seharusnya Saudara tanggung. Jika Saudara menerima penggantian hukuman ini, Saudara bisa selamat dari hukuman Tuhan.Maukah Saudara menerima penggantian hukuman ini?

    Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan?

    Sumber :Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281

  6. JAMES Says:

    tidak semua isi alkitab bisa dijelaskan dengan nalar ….dan harus diterima dengan iman ….sulit membahas sesuatu atau berdiskusi dengan orang yang dipenuhi oleh kebencian …jangan mau diskusi sama org yang merasa benar sendiri….Yesus ngak perlu dibela …alkitab ngak perlu diperdebatkan ..beriman dulu baru ngerti ….banyak orang yang dulu benci dan mengolok olok alkitab sekarang rindu alkitab saya ngak udah sebut namanya…….cari aja sendiri he he hehe…salam damai.

  7. sunshine Says:

    urainya seetuju bangetttt

  8. alkitabiah.org Says:

    semua isi alkitab harus masuk akal.
    jika tidak, maka kemungkinan besar permasalahannya pada keterbatasan akal orang itu.
    http://yesustuhan.wordpress.com/faq/

  9. alkitabiah.org Says:

    https://yesustuhan.wordpress.com/tag/dikubur-3hari-3malam/

  10. alkitabiah.org Says:

    Mengapa prajurit mematahkan kaki 2 orang yg disalib? agar mereka bisa segera mati sesak nafas karena tidak bisa mendorong tubuhnya dengan kaki untuk menarik nafas.

    mengapa Yesus mati lebih cepat?
    1. menggenapi nubuat simbolis korban paskah
    2. karena siksaan2 yg dialami malam sebelum penyaliban, hal ini tidak dialami oleh 2 orang lain
    3. yoh 19:30. tugas dan misi utama menebus seluruh dunia sudah selesai!

    silakan riset tentang Pericardial Effusion atau Pleural Effusion bahwa darah dan air yang keluar adalah bukti kematian dan itulah sebabnya Pilatus membolehkan mayatnya dikubur.

    Mengapa Pilatus heran? karena dipengaruhi ‘kepercayaan’ farisi dan saduki bahwa mesias tidak akan mati karena mereka kurang mendalami alkitab.

    Mengapa Pilatus membiarkan mereka mengambil mayat Yesus? Mengapa prajurit tidak mematahkan kaki Yesus?
    karena sudah ada bukti dan saksi kematiannya, sehingga kakinya tidak perlu dipatahkan lagi dan mayatnya boleh dimakamkan.

    https://yesustuhan.wordpress.com/?s=saksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: